Program LISA:
Lihat Sampah Ambil
Menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui aksi spontan, tanggap, dan berkarakter pada seluruh warga sekolah di SMP Negeri 1 Gurah.
Kecepatan Aksi
3-5 Menit Bersih Total
Sistem Sirkular
Bank Sampah Sekolah
Konsep & Cara Kerja Gerakan LISA
Gerakan insidental berbasis spontanitas yang dipicu oleh sirene khusus untuk menumbuhkan refleks kepedulian lingkungan secara kolektif.
Sirene Pemicu
Tim Satgas Lingkungan membunyikan sirene insidental pada jam istirahat secara teratur tanpa pengumuman sebelumnya.
Aksi Spontan
Seluruh siswa serempak menghentikan aktivitas, melihat sekeliling radius 5 meter, dan langsung memungut sampah di dekatnya.
Pilah Sampah
Sampah dipilah ke tempat sampah tematik (organik, anorganik, residu) lalu disetorkan secara terstruktur ke Bank Sampah Sekolah.
Lingkungan Steril
Dalam kurun waktu 3–5 menit, seluruh area halaman, koridor, dan ruang kelas kembali bersih total, asri, dan nyaman untuk belajar.
Fokus Utama: Mitigasi Sampah Plastik
Prioritas pembersihan dan pemilahan material guna mendukung target zero plastic waste di lingkungan SMP Negeri 1 Gurah.
Bungkus Makanan & Sedotan
Kemasan makanan ringan, sachet instan, dan sedotan plastik sekali pakai dari area kantin sekolah.
Botol & Gelas Kemasan
Botol mineral dan cup plastik minuman siap saji yang memiliki nilai ekonomis untuk didaur ulang.
Kantong & Mikro Plastik
Sobekan kantong kresek, label kemasan, dan serpihan plastik mikro yang mencemari area taman & saluran air.
Sampah Organik & Daun
Daun gugur dan ranting kering di halaman dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos serta isian lubang biopori.
Nilai Karakter & Edukasi Siswa
Membentuk profil Pelajar Pancasila yang tanggap, berempati, serta memiliki literasi ekologis tinggi demi masa depan berkelanjutan.
Tanggung Jawab Moral
Menanamkan paradigma bahwa kebersihan lingkungan bukan semata tugas petugas kebersihan, melainkan komitmen kolektif dan harga diri seluruh warga sekolah.
Disiplin & Ketangkasan
Melatih respon cepat, kepekaan indera penglihatan terhadap kekotoran di sekitar, serta kepatuhan sukarela terhadap isyarat kebaikan bersama saat sirene berbunyi.
Eko-Literasi (Diet Plastik)
Membangkitkan kesadaran preventif untuk membatasi konsumsi plastik sekali pakai mulai dari membawa botol minum (tumbler) sendiri dari rumah hingga memilah sampah.
85%
Penurunan volume timbulan sampah harian di area terbuka sekolah
100%
Keterlibatan aktif siswa & dewan guru saat sirene LISA dibunyikan
3-5 Mnt
Durasi efektif rata-rata hingga seluruh sudut sekolah bersih total
"Dampak Nyata: Terjadi penurunan signifikan volume sampah harian & terbentuknya budaya bersih berkelanjutan yang terbawa hingga ke rumah."